JKT48, yang didirikan pada tahun 2011 sebagai sister group internasional pertama dari AKB48 Jepang, memiliki sejarah sistem tim yang dinamis untuk mendukung konsep “idola yang dapat ditemui”. Terbentuknya sistem tim di JKT48 bertujuan untuk mengadakan pertunjukan rutin di teater, membagi beban kerja member, dan menciptakan kompetisi sehat antar tim.

Berikut adalah sejarah berdirinya sistem tim JKT48:
Generasi Pertama dan Konsep Awal (2011-2012): JKT48 dibentuk pada akhir 2011. Pada masa awal, seluruh anggota adalah trainee (pelatihan) yang fokus belajar menari dan menyanyi.
Pembentukan Team J (23 Desember 2012): Tim pertama, Team J, resmi dibentuk pada 23 Desember 2012. Tim ini beranggotakan sebagian besar member generasi pertama dan beberapa member transfer dari AKB48 (seperti Aki Takajo dan Haruka Nakagawa). Warna Kabesha timnya adalah Merah Tua.
Pembentukan Team KIII (25 Juni 2013): Setelah keberhasilan Team J, JKT48 membentuk Team KIII yang terdiri dari anggota generasi kedua mereka.
Pembentukan Team T (2015): Tim ketiga, Team T, dibentuk pada Januari 2015, yang sebagian besar diisi oleh member generasi ketiga mereka.
Sistem Trainee/Akademi: Member yang baru direkrut melalui audisi atau dianggap belum layak masuk tim utama akan tergabung dalam sistem Trainee (yang kemudian dikenal sebagai Academy Class B atau A).
Restrukturisasi (2021): Akibat pandemi COVID-19, JKT48 mengalami pengurangan staf dan member secara besar-besaran. Pada 14 Maret 2021, tim-tim lama (Team J, KIII, T) dibubarkan, dan sistem tim diubah menjadi satu kesatuan (New Era) di mana seluruh member aktif bekerja bersama tanpa sekat tim, meskipun tetap ada sistem Trainee/Member Pemula.